Ekbis Pertanian

Rabu, 2 Desember 2020 - 08:17 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggari, Yoseph Mantara, secara simbolis menanam tanaman porang bersama masyarakat Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Rabu (2/12/2020). (Foto: Valerius Isnoho)

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggari, Yoseph Mantara, secara simbolis menanam tanaman porang bersama masyarakat Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Rabu (2/12/2020). (Foto: Valerius Isnoho)

Petani di Kecamatan Reok Barat Budidaya Tanaman Porang

Manggarai, Floreseditorial.com – Sejumlah petani di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menggeluti budidaya tanaman porang, yang akhir-akhir ini cukup mendapat perhatian masyarakat, terutama di wilayah Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai.

Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Kajong 2, melaksanakan tanam perdana di daerah Ngapur, Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, dengan luas lahan 3,5 hektare, pada Rabu (2/12/2020).

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Manggarai, Yoseph Mantara, menyampaikan, pada dasarnya, pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian terus mendorong para petani untuk membudidayakan tanaman porang atau dalam bahasa Manggarai disebut wanga.

“Kita lihat, banyak lahan yang bisa digunakan untuk menanam tanaman porang, misalnya di bawah pohon kemiri. Hal ini dapat menjadi penghasilan tambahan bagi para petani, apalagi kita ketahui bersama bahwa tanaman porang ini dapat diekspor, dengan harga yang fantastis. Maka dari itu, kami akan terus mendorong petani di daerah ini, agar memanfaatkan lahan kosong untuk menanam porang,” ungkap Yoseph.

Ia menambahkan, wilayah Kajong merupakan daerah yang luas. Diharapkan ke depan ada kelompok yang bisa menjadi penangkar, untuk menghasilkan biji katak, umbi atau spora, yang bisa dikembangkan ke daerah lain. Menurutnya, hal itu merupakan upaya untuk mendaftarkan kelompok ke Kementerian Pertanian, agar dinas terkait bisa membeli bibit-bibit untuk kemudian dibagikan ke daerah.

“Ke depannya, kita akan berikan pupuk dan kalau ada lahan yang belum diolah, kita dorong untuk diolah. Harapannya, dengan adanya budidaya tanaman porang di daerah ini, bisa membantu perekonomian masyarakat tanpa meninggalkan pekerjaan yang lain,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Reok Barat, Quintus Nang, menyampaikan rasa bangga dan bahagianya, karena menurutnya, budidaya tanaman porang ini sangat membantu perekonomian masyarakat Reok Barat. Apalagi, proses budidaya tanaman porang ini tidak sulit. Pihaknya berharap, dengan adanya budidaya tanaman porang ini, bisa membawa perekonomian Reok Barat jadi lebih baik.

“Ke depannya, saya sebagai Camat Reok Barat, akan selalu mensosialisasikan dan mengajak masyarakat Reok Barat untuk membudidayakan tanaman porang,” tutur Camat Nang.

Senada, Ketua Poktan Kajong 2, Frerumentius G. Henong, merasa sangat senang atas hadirnya program dari Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai untuk membudidayakan tanaman porang di wilayah Kajong. Apalagi, Kadis Pertanian Kabupaten Manggarai berserta jajarannya turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanaman secara simbolis.

“Untuk luas lahan kami saat ini ada 3,5 hektare dan bibit porang yang sudah kami tanam sebanyak 392 kg bibit. Kami berharap, Dinas Pertanian Kabupaten Manggari terus mendukung kegiatan kami ini,” ungkap Henong. (val)

Artikel ini telah dibaca 339 kali

Baca Lainnya
x