Ekbis Pasar

Senin, 16 November 2020 - 12:45 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Anggota Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende, Maximus Deki. (Foto: Rian Laka)

Anggota Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende, Maximus Deki. (Foto: Rian Laka)

DPRD Soroti Disparitas Pembangunan di Kabupaten Ende

Ende, Floreseditorial.com – Anggota Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende, Maximus Deki, menyoroti jalur transportasi di Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang hingga kini luput dari perhatian pemerintah. Sorotan itu disampaikan dalam Rapat Banggar DPRD Ende bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende, di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Ende, Senin (16/11/12).

Maximus mengatakan, akibat belum diperhatikannya jalur transportasi di kecamatan itu, saat ini masyarakat Ndona mengalami kesulitan memasarkan Labu Jepang hasil panen mereka. Naasnya lagi, biaya transportasi dari Kecamatan Ndona menuju pasar, sama dengan harga Labu Jepang per karung yakni Rp 50.000.

Ia menambahkan, jika dilihat dari keadilan pembangunan, dari 21 kecamatan yang ada, mungkin hanya Kecamatan Ndona Timur yang belum merasakan jalan hotmix.

“Jadi secara ekonomi, masyarakat Kecamatan Ndona Timur lebih memilih memanfaatkan Labu Jepang itu untuk makanan ternak babi, ketimbang dijual. Karena kalaupun dijual, harganya sama dengan biaya sewa mobil ke Pasar Wolowona,” ujar Maximus.

Menurutnya, lemahnya perhatiaan Pemkab Ende terhadap kondisi jalan di Kecamatan Ndona Timur, menyebabkan masyarakat di wilayah itu tidak dapat berbuat banyak. Ia berharap, pemerintah lebih adil dalam memberikan pelayanan kebijakan pembangunan.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Ende harus tahu, bahwa penghasilan masyarakat Kecamatan Ndona Timur, salah satunya diambil dari pendapatan penjualan Labu Jepang,” tegasnya.

Ia mengatakan, jika akses jalan dibiarkan rusak dan enggan diperbaiki, para pedagang atau penghasil Labu Jepang di Kecamatan Ndona Timur tidak dapat memasarkan hasil panen mereka di pasar.

“Ya, tidak heran kalau biaya trasportasi angkutan naik, seimbang dengan harga Labu Jepang. Lebih baik, labu itu dijadikan pakan babi saja,” ucap Maxsimus.

Sebagai Anggota DPRD Ende, Ia berharap, di tahun 2021, Pemkab Ende segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan di wilayah Kecamatan Ndona Timur, agar masyarakat bisa bangkit secara ekonomi. (ral)

Artikel ini telah dibaca 652 kali

Baca Lainnya
x