Ekbis

Kamis, 5 November 2020 - 12:06 WIB

11 bulan yang lalu

logo

Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Andreas M. Mbete. (Foto: Ist)

Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Andreas M. Mbete. (Foto: Ist)

Obor Mas, Koperasi Kelas Dunia yang Mewujudkan Revolusi Digital Marketing

Sikka, Floreseditorial.com – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, hingga saat ini, sudah hampir memasuki setengah abad perjalanannya. Terhitung sejak 4 November 2020, KSP Kopdit Obor Mas memasuki usia ke-48. Di usia tersebut, KSP Kopdit Obor Mas terus berbenah di berbagai sektor riil, dengan mewujudkan Revolusi Digital Marketing.

Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Andreas M. Mbete, mengatakan, sesuai irama waktu berjalan, masa 48 tahun kondisi perkembangan KSP Kopdit Obor Mas dapat diketahui melalui tiga periode. Periode pertama, yaitu berdirinya koperasi ini pada 4 November 1972 hingga 29 Oktober 1994. Pada periode ini, pertumbuhan anggota, simpanan, saldo pinjam dan aset masih sangat minim. Hal ini dikarenakan keanggotaan hanya terbatas untuk para guru saja.

“Saat berdirinya koperasi ini, anggotanya 98 orang saja, dengan dana yang terkumpul sebesar Rp 100.500. Selama 22 tahun, KSP Kopdit Obor Mas berjalan tanpa payung hukum dan pada 29 Oktober 1994 barulah memiliki badan hukum,” jelas Andreas, ketika ditemui dalam kegiatan Expo Hasil Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Anggota KSP Kopdit Obor Mas, Rabu (4/11/2020).

Ia menambahkan, dengan memperoleh badan hukum pada 29 Oktober 1994 tersebut, nama Credit Union (CU) Obor Mas diganti menjadi Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, di mana keanggotaannya mulai terbuka untuk umum.

Periode kedua, yaitu tahun 1994 hingga 2012, antara usia perak dan panca windu koperasi ini. Menurutnya Andreas, di tahun 1994, aset KSP Kopdit Obor Mas belum mencapai Rp 1 Miliar. Namun dalam kurung waktu 17 tahun ke depan, tepatnya tahun 2012 di saat ulang tahun panca windu, aset KSP Kopdit Obor Mas sudah mencapai Rp 229 Miliar lebih, dengan jumlah anggota 14.667 orang dan total simpanan sebesar Rp 182,1 Miliar.

Periode ketiga, ditandai dengan penetapan renstra strategis pada tahun 2012 yang mempunyai visi menjadi koperasi kelas dunia yang bersertifikat ISO 9001-2008 dan memiliki akses brainly. Renstra itu, memiliki 1 visi, 5 misi, 4 nilai, 4 target dan 7 strategi dengan target yang akan dicapai yakni keanggotaan KSP Kopdit Obor Mas mencapai 100.000 orang dan aset mencapai Rp 1 Triliun.

“Mimpi kami menjadi koperasi kelas dunia akhirnya dibuktikan dengan pengumuman Menteri Koperasi dan UKM RI pada 12 Juli 2012 di Palangkarya, bahwa 5 koperasi besar dari Indonesia masuk nominator koperasi kelas dunia versi International Cooperative Alliance (ICA), salah satunya yaitu KSP Kopdit Obor Mas,” jelasnya.

Andreas menyampaikan, dengan menyandang gelar nominator koperasi kelas dunia, pihaknya juga sudah mewujudkan program digitalisasi marketing yaitu melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu pengembangan usaha-usaha produktif di sektor rill bagi anggota UMKM-nya. Sehingga, pihaknya telah melakukan perjanjian kerjasama dengan pihak PT. Azara Digital Indonesiaraya untuk menggunakan aplikasi Chatat, di mana para anggota KSP Kopdit Obor Mas bisa melakukan pencatatan seluruh perkembangan keuangan perusahaannya, mulai pengeluaran, pemasukan hingga dapat mengetahui rugi labanya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga sudah melakukan nota kesepakatan bersama Digitalis King (The King) dengan fitur sosial media marketing, dengan target 10.000 orang anggota baru dalam kurung waktu tiga bulan. Selain itu, The King juga membuat website KSP Kopdit Obor Mas, market place pasar online untuk membantu anggota UMKM mempromosikan hasil produksinya.

“Terhitung dari Oktober sampai Desember 2019, penambahan anggota baru mencapai 10.000 orang di 16 Kantor Cabang KSP Kopdit Obor Mas. Inilah periode ketiga yang dinamakan Revolusi Digital,” terangnya.

Dalam memperingati HUT KSP Kopdit Obor Mas ke-48, pihaknya melakukan kegiatan Expo selama sehari, di mana hasil-hasil usaha anggota UMKM tersebut, dipamerkan dan juga dijual. Anggota UMKM juga bisa melakukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui dana Lembaga Pengelolah Dana Bergulir (LPDB).

“Kami juga telah menyalurkan dana pinjaman tersebut bagi anggota yang bergerak di bidang pertanian holtikultura, peternakan ayam petelur, peternakan babi, pertanian dengan sistem irigasi tetes dan sektor riil lainnya,” tuturnya.

Sejauh ini, menurut hasil pantauan pihaknya, hasil produksi tanaman holtikultura sudah sangat memadai. Namun, tanaman seperti tomat dan lombok sangat disayangkan karena harga dipasaran anjlok. Karenanya, pihaknya menawarkan solusi kepada pegiat UMKM yaitu dengan membangun industri saos tomat dan lombok di Kabupaten Sikka.

“Jangan kami dari KSP Kopdit Obor Mas yang terjun langsung di sektor riil, tetapi harus UMKM dan mendorong anggota UMKM untuk mengembangkan industri kecil (home industry) demi mewujudkan masyarakat sejahtera. Obor Mas untuk rakyat, Obor Mas untuk UMKM,” tutupnya. (ric)

Artikel ini telah dibaca 2100 kali

Baca Lainnya
x