Ekbis Pertanian

Kamis, 22 Oktober 2020 - 11:01 WIB

11 bulan yang lalu

logo

Karantina Pertanian Ende menggelar acara Coffee Morning bersama Awak Media Ende di Kaki Lena Hills. (Foto: Rian Laka)

Karantina Pertanian Ende menggelar acara Coffee Morning bersama Awak Media Ende di Kaki Lena Hills. (Foto: Rian Laka)

Dorong Program Gratieks, Delapan Komoditas Unggulan Pertanian Siap di Ekspor

Ende, Floreseditorial.com – Dalam rangka menggenjot produk eskpor di Indonesia, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) meluncurkan sejumlah program strategis, salah satunya adalah Program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks)

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Ende, Ir. Konstan, M.M, dalam kegiatan Coffee Morning di Kaki Lena Hills, menerangkan, Kementan RI telah merilis sepuluh komoditas pertanian yang masuk dalam klasifikasi Program Gratieks.

Ia menyebutkan, sepuluh komoditas unggulan pertanian yang masuk dalam kategori Program Gratieks antara lain, Kopi, Kelapa, Lada, Kakao, Mete, Sarang Burung Walet, Manggis, Kubis dan Mangga. 

Oleh karena itu, kata Konstan, untuk mendukung program Gratieks di wilayah daratan Flores – Lembata, Karantina Pertanian Ende mencatat, terdapat depalan komoditas unggulan dari sektor pertanian.

Ia menjelaskan, delapan komoditas pertanian yang menjadi unggulan di Flores – Lembata antara lain, Kopi, Kopra, Kelapa Bulat, Kelapa Bungkil, Kakao, Mete, Porang dan Sarang Burung Walet. Sementara komoditi seperti kemiri dan komoditas pertanian lainnya, belum mencapai tiga kali lipat ekspor.

Konstan merincikan, sejak periode Januari – Sepetember 2020, komoditas pertanian ekspor dari Flores – Lembata berpotensi meningkat, diantaranya Kopi 392.831 Kg, Kopra 1.691.070 Kg, Kelapa Bulat 1.298.885 Kg, Kelapa Bungkil 10.300 ton, Kakao 1.265.129 Kg, Mete 3.448.619,33 Kg, Porang 112.342 Kg dan Sarang Burung Walet 122 Kg.

Dengan melihat potensi ini, kata Dia, Karantina Pertanian Ende terus melakukan pemantauan dan turun langsung ke desa-desa di wilayah Flores- Lembata, untuk melihat lebih dekat potensi komoditas pertanian unggulan yang akan dipersiapkan untuk di ekspor.

Meski demikian, lanjut Konstan, dalam persiapan ekspor, tentu membutuhkan kerja sama apik dan serius dari seluruh pihak atau stakeholders yang berkaitan langsung dengan pengakutan dan pengiriman komoditas pertanian. Untuk itu, Karantina Pertanian Ende terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian, Otoritas Pelabuhan maupun Bandara di masing-masing Kabupaten.

Konstan memyampaikan, koordinasi ini dilakukan guna membangun sinergisitas dalam upaya menjawabi Program Gratieks dan melancarkan proses pengiriman atau ekspor ke luar daerah.

Namun, Ia menyadari, pihaknya belum mampu mengekspor langsung ke luar Pulau Flores. Hal itu dikarenakan belum ada sinergi yang baik dengan semua pihak terkait. Menurutnya, selama ini yang terjadi adalah pihaknya yang punya komoditas pertanian tetapi yang punya nama adalah dari Jawa.

“Mengapa demikian, karena barang kita dikirim ke Sulawesi dan Surabaya tanpa melalui proses ekspor langsung dari Flores. Jadi tidak heran kalau yang punya nama, ya mereka di sana,” ungkap Konstan.

Melihat hal itu, Konstan berharap, perlu adanya sinergitas dari semua pihak mulai dari hulu hingga hilir. Sehingga, mampu mengekspor sendiri komoditas pertanian langsung dari Flores ke Pulau Jawa. 

Sementara, Kesabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Khairudin, dalam kesempatan itu mengatakan, pada dasarnya, pihaknya mendukung Program Gratieks yang diluncurkan oleh Kementan RI.

Namun, pihaknya menyadari, untuk bersinergi tentu pihak KSOP harus menyiapkan Gudang Penampung. Meski demikian, Ia mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya bersepakat mengajukan permintaan anggaran ke pihak Kementerian Perhubungan RI, agar apa yang diharapkan bisa terwujut. (ral)

Artikel ini telah dibaca 200 kali

Baca Lainnya
x