Ekbis Pertanian

Rabu, 15 Juli 2020 - 16:02 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Hasil pertanian hortikultura pemuda Kampung Golo, Desa Golo, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai. (Foto: Hardy Sungkang)

Hasil pertanian hortikultura pemuda Kampung Golo, Desa Golo, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai. (Foto: Hardy Sungkang)

Geliat Petani Muda Golo dan Orientasi Agrowisata

Ruteng, floreseditorial.com – salah satu istilah yang mudah orang ingat adalah agrowisata. Sebab agrowisata berkaitan erat dengan tekstur, estetika seni pengolahan lahan pertanian. Tidak heran jika banyak generasi muda yang bergelut dalam dunia agrowisata ini. Generasi cemerlang dan inovatif, kreatif serta evolutif.

Adalah, Agustinus Adu, dan kawan-kawan asal Kampung Golo, Desa Golo, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Rabu (15/7/2020). Mereka petani muda. Petani dengan cara baru.

Mereka bersatu dalam wadah kelompok yang masif dan terstruktur. Semua bekerja. Liang Sowong nama kelompok tani mereka. Anggota Kelompok mereka benar-benar dari generasi muda yang tidak banyak kompromi hal teoritis, kecuali berkompromi hal praktis dalam pengolahan lahan mereka masing-masing. Tentunya, mereka memiliki visi misi yang sama. Mereka benar-benar ingin mengubah lahan persawahan yang selama ini berkutat dengan padi semata menjadi lahan tanaman hortikultura.

Sungguh. Lahan sebesar satu hektare itu jadi sebuah daya tarik wisata singgahan bagi setiap orang yang berkunjung ke Kampung Golo. Betapa tidak, hamparan indah didukung panorama alam, sungguh meninabobokan mata pengunjung.

Tidak hanya itu, olahan lahan pertanian tersebut mereka rencanakan jadi produsen sayur bagi pasar-pasar sayur di daratan Flores. Optimisme itu disampaikan, Agustinus Adu, selaku perintis Kelompok Tani Liang Sowong.

Menurutnya, hasil pertanian mereka akan disalurkan ke seluruh pasar-pasar di Flores yang membutuhkan sayur-sayuran. Langkah demi langkah, ketika menginjakkan kaki di atas lahan persawahan sudah disesaki aneka tanaman hortikultura itu membuat kita kagum. Pada petak pertama lahan milik perintis kelompok hortikultura itu membuat kita sungguh disapa alam. Tanaman lombok dan parea miliknya membuat kita betah dan susah melangkah ke petak lain. Petak parea dan lombok saja sudah cukup bagi orang menikmati keindahan tempat itu. Tidak hanya dua tanaman tersebut, di sana akan kita lihat tanaman gambas, buah semangka, kacang panjang, tomat, dan tanaman lainnya.

Agustinus Adu, bertekat menjadikan sebagain hamparan sawah milik orang Kampung Golo menjadi aset wisata hortikultura.

Hasil pertanian hortikultura pemuda Kampung Golo, Desa Golo, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai. (Foto: Hardy Sungkang)

“Saya memiliki niat menjadikan area persawahan Kampung Golo menjadi aset bagi generasi cemerlang era ini. Tentu hal ini menjadi tanda positif. Hampir sebagian orang tua di kampung ini sudah merelakan tempatnya untuk dikelola anaknya menjadi lahan hortikultura,” ceritanya.

Mimpi besar, Agustinus Adu, mengalihkan pengolahan lahan persawahan itu difasilitasi pemerintah daerah. Terutama benih dan peralatan lainnya.

“Semoga Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai buka mata dengan kegiatan pertanian kami. Karena bagaimanapun, aktivitas pertanian sekarang menjadi salah satu program unggulan Bupati Manggarai,” ujarnya. (Hardy Sungkang)

Artikel ini telah dibaca 1023 kali

Baca Lainnya
x