Ekbis Pasar

Sabtu, 23 Mei 2020 - 09:41 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Salah satu Los Pasar Bobou tampak sepi karena corona. (Foto: Martin Lusi)

Salah satu Los Pasar Bobou tampak sepi karena corona. (Foto: Martin Lusi)

Pasar Bobou Sepi Pembeli

Floreseditorial.com, Bajawa – Sejak himbauan agar warga tinggal dan bekerja dari rumah oleh pemerintah Ngada, aktivitas di Pasar Bobou, Kecamatan Bajawa pun terlihat sepi. Aktivitas pasar yang sebelumnya ramai dikunjungi, kini nyaris seperti pasar mati.

Sementara itu, harga sembilan bahan pokok (sembako) termasuk bumbu pun mengalami kenaikan. Misalkan saja, harga bawang merah yang sebelumnya berkisar Rp 30.000/kg kini mencapai Rp70.000/kg.

Ina Lawata, seorang pedagang pasar kepada floreseditorial.com mengaku, sejak dua minggu terakhir ini semua harga barang melonjak naik, sedangkan jumlah pembeli menurun drastis.

Pedagang beras, Ibu Ina Lawata di Pasar Bobou. (Foto: Martin Lusi)

“Semua barang harganya naik. Harga bawang merah naik cukup signifikan, karena barang tersebut dipasok dari luar Ngada,” ujarnya.

Sedangkan Beras, masih cukup stabil dengan harga Rp 11.000/kg. Harga beras cenderung stabil karena pada umumnya beras dipasok dari Kecamatan Soa.

Ia mengatakan, dampak corona sangat memukul para pedagang pasar. Apalagi, warga masyarakat dari luar kabupaten dilarang masuk ke wilayah itu. Padahal, banyak bahan pokok dipasok dari luar wilayah. Hal ini berdampak langsung terhadap mahalnya harga-harga bahan di pasaran. Barang-barang yang selama ini biasa didatangkan dari luar daerah dengan menggunakan mobil, kini tidak bisa masuk lagi sehingga berpengaruh pada harga barang.

Ia menyebutkan, harga gula per karung bisa mencapai Rp 810.000, harga minyak goreng bimoli dan telur ayam relatif masih normal. Harga minyak bimoli per dos sekitar Rp 300.000.

Keluhan senada diungkapkan oleh Margareta Meo, pedagang sayur. Ia mengaku banyak sayur tidak laku terjual karena sepi pengunjung.

“Pembeli sepi sekali. Mungkin mereka takut corona jadi tidak keluar rumah,” kata Margareta dengan nada sedih. Ia berharap corona cepat berlalu agar pasar kembali dikunjungi banyak pembeli.

Penulis: Martin Lusi
Editor: Kornelius Rahalaka

Artikel ini telah dibaca 376 kali

Baca Lainnya
x