Pertanian

Jumat, 15 Mei 2020 - 13:45 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Panen Simbolis Padi Farietas Inpari 32 di Desa Satar Padut. (Foto: Agust Supratman, Sekcam Lamba Leda)

Panen Simbolis Padi Farietas Inpari 32 di Desa Satar Padut. (Foto: Agust Supratman, Sekcam Lamba Leda)

Satar Padut Jadi Sentra Produksi Padi

Floreseditorial.com, Lamba Leda – Lahan persawahan di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur ditargetkan jadi lahan utama produksi padi di wilayah setempat. Target tersebut ditetapkan berdasarkan luas lahan pertanian dan produktivitas padi setiap musim panen, mencapai 4.0 ton per hektare.

Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, S.H., M.H, menyampaikan hal itu dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Timur, Boni Hasudungan, saat panen simbolis padi farietas inpari 32 di lokasi persawahan dataran Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, Jumat (15/5/2020).

Bupati Agas menegaskan, panen secara simbolis di Desa Satar Padut merupakan bukti keberhasilan masyarakat petani dalam mencapai swasembada pangan daerah, melalui peningkatan produksi padi sebagai pangan pokok. Hal itu didukung tersedianya irigasi yang memadai di setiap kecamatan-kecamatan. Ke depan, tegas Bupati Agas, melalui Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, menempatkan beras dan jagung sebagai dua komoditi pangan utama, sehingga perlu didorong peningkatan produksi, kualitas hasil dan nilai tambahnya. Tergetnya, tegas Bupati Agas, hingga tahun 2023 produksi padi mencapi 115.139 ton gabah kering dan jagung 36.348 ton pipilan kering panen.

Target tersebut, lanjutnya, berdasarkan indikator produksi dan produktivitas padi tahun anggaran 2019. Dimana rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Manggarai Timur mencapai 4.0 ton/ha dengan total produksi 90.730,54 ton gabah kering dari luas luas panen 22.750,7 ha.

Oleh karena itu, tegas Bupati Agas, Desa Satar Padut merupakan salah satu sentra produksi padi. Sebab, luas lahan pertanian 15.059.3 ha dengan rincian: lahan basah fungsional 1.290,93 ha terdiri dari irigasi teknis 0 ha, irigasi semi teknis, 278 ha, irigasi desa 299.63 ha, irigasi sederhana 357,1 ha, tadah hujan murni 3562 ha. Sedangkan luas lahan jagung 938.75 ha dengan rata-rata produksi setiap tahun 3.2 ton/ha.

Kuantitas produksi seperti ini, terang Bupati Agas, masih jauh di bawah rata rata produksi di tingkat Kabupaten Manggarai Timur, dengan target 4.2 ton/ha di tahun 2019/2020. Karena itu, untuk musim tanam yang akan datang perlu diupayakan tingkatkan produksi jagung di Lamba Leda ini meningkat.

Penulis: Nardy Jaya
Editor: Kanis Lina Bana

Artikel ini telah dibaca 240 kali

Baca Lainnya
x