Ekbis

Kamis, 14 Mei 2020 - 08:56 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Sejumlah Nelayan di Sikka sedang Beraktifitas di Laut. (Foto: Marianus Rawe)

Sejumlah Nelayan di Sikka sedang Beraktifitas di Laut. (Foto: Marianus Rawe)

Pendapatan Nelayan di Sikka Menurun

Floreseditorial.com Maumere – Para nelayan di Maumere, Kabupaten Sikka mengaku, hasil tangkapan mereka masih cukup lumayan, namun pendapatan yang mereka terima mengalami penurunan yang tajam selama masa pandemi corona ini.

Mahmud Laibu, nelayan asal Wuring, Kecamatan Alok Barat, kepada floreseditorial.com Kamis, (14/5/2020) mengatakan, hasil tangkapan masih cukup baik, hanya saja pendapatan mereka menurun drastis selama masa pandemic virus. Selain berkurangnya pembeli, juga daya beli masyarakat rendah.

Ia menyebutkan, ikan jenis selar yang sebelumnya dijual per kantong seberat 13-17 kg seharga Rp 350.000 hingga Rp 400.000, kini hanya dijual seharga Rp 150.000. Jenis ikan layang, sekantong dijual seharga Rp 175.000 hingga Rp 200.000, kini hanya dijual dengan harga Rp 50.000 hingga Rp 60.000.

Meski mengaku rugi, namun dalam kondisi sekarang mau tidak mau Ia terpaksa menjual ikan hasil tangkapan dengan harga yang relative murah. “Jika kami tidak jual, bagaimana kami bisa dapat makan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepaala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Paulus Hilarius Bangkur yang dimintai tanggapannya mengatakan, aktivitas para nelayan di wilayah itu masih berjalan normal, namun pendapatan yang mereka peroleh mengalami penurunan akibat pandemi corona. Ia mnyebutkan, untuk hasil produksi, khusus ikan cakalang dan ikan tuna, kini sedang mengalami penurunan. Hal ini disebabkan pemasaran antar pulau atau ekspor dihentikan sementara waktu. Namun ikan-ikan jenis ini masih dijual dengan harga Rp Rp12.000 hingga Rp 13.000 yang sebelumnya seharga Rp 16.000 – Rp 17.000.

Penulis: Marianus Rawe
Editor : Kornelius Rahalaka

Artikel ini telah dibaca 71 kali

Baca Lainnya
x