Ekbis

Rabu, 6 Mei 2020 - 10:28 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Warga Lembata nekad masuk Wulon Luo, menyusul rendahnya penghasilan dan terbatasnya akses ke pasar tradisional akibat pandemi covid-19 (Foto: Benediktus Kia Asan)

Warga Lembata nekad masuk Wulon Luo, menyusul rendahnya penghasilan dan terbatasnya akses ke pasar tradisional akibat pandemi covid-19 (Foto: Benediktus Kia Asan)

Ekonomi Dijepit Corona, Warga Lembata Serbu Wulen Luo

Floreseditorial.com, Lewoleba – Ribuan warga Lembata nekad masuk Wulon Luo, menyusul rendahnya penghasilan dan terbatasnya akses ke pasar tradisional akibat pandemi covid-19. Hingga Rabu (6/5/2020) pukul 14.00 Wita, sebanyak 2.837 warga Lembata telah bergabung ke grup Wulen Luo.

Sejak dibentuk (6/4/2020) silam, grup media sosial facebook ini, telah mengorganisir ribuan warga Lembata untuk menjual dan membeli berbagai produk secara online. Grup Facebook Pasar Wulen Luo ramai dikunjungi pengguna akun facebook dan saling menawarkan berbagai produk juga mencari barang jualan. Produk yang ditawarkan sangat beragam, layaknya jualan di pasar tradisional. Misalnya sayur dan buah, hasil laut hingga beras dan perabot rumah tangga.

Veni, salah seorang anggota Group Wulen Luo, kepada Floreseditorial.com, Rabu (6/5/200) mengatakan niat masuk group pasar media sosial untuk membantu keluarganya menjual berbagai hasil pertanian di kampungnya.

” Saya masuk dan berjualan di Group Facebook Pasar Wulen Luo untuk bantu keluarga di kampung. Saya bantu jual. Dan dari segi pendapatan, hasilnya lebih bagus daripada mereka sendiri datang dan jual di pasar tradisional. Dari segi waktu juga sangat efektif. Mereka harus datang dan bermalam di pasar tradisional. Sekarang ini musim panen di kebun. Saya bantu jual, jadi mereka bisa fokus ke kebun untuk panen. ” jelasnya.

Sementara itu, admin grup facebook Pasar Wulen Luo melalui pengumuman di group tersebut mengatakan, group ini adalah inisiatifnya bersama Camat Nubatukan, untuk mengakomodir kegiatan jual beli masyarakat yang terbatas di pasar tradisional, akibat pandemi covid-19.

“Wabah covid-19 di wilayah Kota Lewoleba khususnya dan Lembata pada umumnya, sangat mengganggu perekonomian masyarakat. Maka bersama Ibu Camat Nubatukan, kami berinisiatif menyediakan tempat menjual produk para UMKM, produk hasil pertanian, perkebunan dan lainnya, ” demikian Bataona.

Camat Nubatukan, Maria Anastasia Barabaje, melalui telepon seluler kepada floreseditorial.com membenarkan inisiatif membentuk group facebook Pasar Wulen Luo. Group ini merupakan pasar alternative di tengah pandemi covid-19.

” Group itu kita bentuk untuk himpun pelaku pasar sejak kebijakan pembatasan sosial karena corona. Waktu itu, akses ke pasar tradisional memang terbatas. Awalnya hanya untuk kepentingan sembako namun ternyata grafiknya meningkat. Malah banyak UMKM ikut aktif di grup ini. Itu bagus. ” jelas Anastasia.

Satu-satunya camat perempuan di Lembata ini menambahkan untuk menjaga efektifitas interaksi antara pembeli dan penjual, diharapkan setiap anggota grup Pasar Wulen Luo memberikan informasi yang jelas tentang produk yang dipasarkan.

Laporan : Benediktus Kia Assan
Editor : Robert Perkasa

Artikel ini telah dibaca 1633 kali

Baca Lainnya
x