Pasar

Selasa, 5 Mei 2020 - 04:39 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Pasar Inpres Ruteng (Foto:Adrian Juru)

Pasar Inpres Ruteng (Foto:Adrian Juru)

Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli di Pasar Inpres Ruteng

Floreseditorial.com- Ruteng – Pedagang di Pasar Inpres Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur mengeluh lantaran sepi pembeli. Padahal Pasar tersebut dibuka normal.
Kondisi ini terjadi selama masa pembatasan sosial berskala besar akibat pandemi virus corona disease (Covid-19).

Keluhan ini diungkapkan oleh salah seorang pedagang, Rofinus Agung saat ditemui media ini di Pasar Inpres Ruteng, Selasa (5/5/2020). Rofinus menuturkan, barang jualannya tidak laku karena tidak ada pembeli. Pendapatannya pun melorot tajam. Bahkan tidak ada sama sekali.

“Kami sangat merasakan dampak dari penyebaran virus ini. Kami sekarang kehilangan pembeli, sementara stok barang jualan kami masih banyak. Bahkan sampai lebih dari 2 hari tanpa pembeli,” ujar Rofinus.

Agustinus Agung, pedagang daging di pasar Inpres itu juga mengemukakan keluhan senada. Agung malah mengaku merugi gegara corona. Pembeli daging sepi sementara penjual banyak.

Ia menambahkan, sebelum pandemi corona, pengunjung pasar Inpres Ruteng sangat ramai. Kini kondisinya berbeda jauh. Buruknya lagi, kuota jualan daging mereka per hari tidak mencapai target seperti biasanya. Padahal sebelumnya mereka menjual 60 kg daging per hari.

“Dampak Corona yang kami rasakan sekarang, pembeli sangat berkurang. Orang-orang takut datang ke pasar untuk membeli daging. Sementara harganya stabil Rp. 90.000,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Manggarai melalui Kepala Bidang (Kabid), Bernardus Adur,
mengungkapkan, stok bahan makanan pokok seperti beras, telur, kacang kedelai di Pasar Inpres Ruteng masih stabil.

Kecuali itu, ada beberapa bahan makanan pokok yang mengalami kenaikan harga selama masa pandemi Covid-19. Di antaranya; gula, bawang merah, minyak goreng, telur dan cabe rawit.

Dia jelaskan, data Dinas Perdagangan Kabupaten Manggarai per tanggal 31 April 2020 untuk beras sudah kolaborasi antara stok Bulog dengan pedagang di pasar tidak ada masalah. Dia prediksikan hingga musim panen bulan April stok beras masih ada 2.653 ton.

“Yang kita temukan di pasar, bahan jualan yang mengalami kenaikan itu antara lain; gula, bawang merah minyak goreng, telur, cabe rawit. Namun, untuk stok gula Bulog sudah mengantisipasi dengan menyiapkan 25 ton,” jelas Bernardus kepada media ini, Senin (5/5/2020).

Laporan: Adrian Juru
Editor: Hardy Sungkang

Artikel ini telah dibaca 518 kali

Baca Lainnya
x