Ekbis

Minggu, 19 April 2020 - 18:06 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN (Persero) Labuan Bajo, I Gede Ambara Natha

Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN (Persero) Labuan Bajo, I Gede Ambara Natha

53 Meteran Listrik Pra Bayar Segera Terpasang di TPI Labuan Bajo

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – PT PLN (Persero) lakukan pemasangan meteran listrik di tiap lapak atau stan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu,(19/04). Pemasangan sejumlah meteran baru pra bayar itu, seiring dengan di putusnya sambungan meteran paska bayar yang tertunggak.

Kepada Flores Editorial, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT.PLN (Persero) I Gede Ambara Natha membenarkan hal tersebut.

“Ada 53 meteran untuk lapak dan kios di TPI Labuan Bajo yang sedang dalam proses pemasangan baru,” kata Ambara Natha.

.Demikian kata Ambara, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat selaku penanggungjawab TPI Labuan Bajo sedang lakukan proses pemasangan meteran listrik baru tersebut.

Ketika ditanya soal penyegelan meteran paska bayar yang dilakukan pada waktu lalu, Ambara membenarkan, menurut dia, penyegelan listrik di TPI Labuan Bajo sudah terjadi hampir sebulan.

“Penyegelan listrik ini terjadi karena para pelanggan tidak membayar rekening listrik”, ujarnya

Pantauan media ini, hingga Minggu 19 April 2020 malam, kondisi di lokasi TPI Kampung Ujung Labuan Bajo nampak gelap. Hanya terlihat beberapa stand yang menggunakan lilin.

Menurut Ambara, selama ini TPI Kampung Ujung Labuan Bajo menggunakan satu meteran berdaya tinggi. Meteran listrik tersebut dipakai oleh seluruh penyewa stan yang ada. Itu artinya, seluruh penyewa stan dibebankan untuk membayar rekening listrik setiap bulannya.

“Setiap bulan mereka harus bayar ke Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat. Kalau mereka tidak bayar ke dinas, ya jelas dinas terbebani. Dan selama ini dinas terus yang membayar dan akhirnya nombok,” papar Ambara.

Agar kondisi seperti ini tak berulang seperti pada 2019 lalu lanjut dia, maka solusi terbaik adalah membuat meteran baru pra bayar untuk setiap lapak dan hanya itu solusi terbaik.
.
“Dengan meteran baru ini, mereka tinggal beli pulsa listrik sendiri. Mereka bisa mengatur sendiri pemakaian listrik. Semoga dengan itu pelanggan akan merasa bertanggungjawab,” pungkas Ambara Natha.

Diberitakan media ini sebelumnya, PLN memutus sementara sambungan listrik ke TPI Labuan Bajo karena tagihannya belum dibayar. Akibatnya, hampir sebulan terakhir para penjual ikan dan sayur di TPI Labuan Bajo menggunakan penerangan seadanya, termasuk menggunakan lilin.(Louis)

Artikel ini telah dibaca 936 kali

Baca Lainnya
x