Ekbis

Jumat, 17 April 2020 - 13:03 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Deno Kamelus, Bupati Kabupaten Manggarai (Foto:Adrian Juru)

Deno Kamelus, Bupati Kabupaten Manggarai (Foto:Adrian Juru)

Pembangunan SPBU di Rahong Utara Terancam Gagal

Floresedotorial.com, Ruteng-Rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) oleh pemerintah kabupaten Manggarai diketahui masih belum pasti.

Hal ini disebabkan karena belum adanya mitra kerja untuk memikat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai terkait pembangunan stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Manggarai tengah berencana membangun SPBU satu harga di kecamatan Rahong Utara. Akan tetapi, jika di wilayah tersebut pemerintah Kabupaten Manggarai tidak mendapat lokasi pembangunan, Bupati Deno memilih untuk bangun SPBU itu di kecamatan Cibal.

“Anggarannya (sumber dana) itu disiapkan oleh mitra. Dalam hal ini pengusaha. Sampai hari ini kita belum dapat mitranya, nanti satu dua Minggu kedepannya saya akan cari mitranya,” jelas Bupati Deno di kantor Bupati Manggarai, Juma’at (17/04/2020).

Kata Deno, pembangunan SPBU tersebut merupakan kebijakan pemerintah dalam hal ini adalah Dirjen Migas.

“Untuk penambahan SPBU itu kebijakannya pemerintah pusat yaitu Dirjen Migas. Namun sampai saat inipun saya belum dapat, makanya kita mau cari beberapa lokasi alternatif,” lanjut Bupati Deno.

Lebih lanjut Dirinya menjelaskan bahwa, jika sampai bulan April 2020 tidak ada lahan untuk lokasi SPBU tersebut dan tidak ada mitra yang kerja sama dengan Pemkab, maka rencana pembangunan SPBU satu harga di Rahong Utara batal.

“Kalau sampai bulan April kita tidak bisa menyiapkan lahan dan tidak ada mitra yang siap bekerja untuk mengerjakan ini SPBU maka batal. Saya masih bisa berusaha supaya bisa dapat. Nanti kalau tidak bisa di Rahong Utara apakah bawa ke Cibal,” tandasnya.

Saat ditanya oleh tim media ini, terkait alasan pemkab Manggarai memilih Kecamatan Rahong Utara untuk bangun SPBU satu harga, Bupati Deno menjelaskan bahwa di kecamatan tersebut belum ada penyedia bahan bakar minyak (BBM).

“Di sana belum ada penyedia bahan bakar minyak, selain Rahong Utara masih ada kecamatan lain yang memenuhi syarat seperti wae Ri’i, lelak, Cibal barat, Reok Barat kan belum. Kemudian yang kedua juga harus kita liat hal-hal yang berkaitan dengan akses. Kita bangun SPBU kemudian dengan perhitungan, dengan adanya SPBU ini maka semakin banyak jasa pengangkutan barang dan jasa yang bisa kita layani,” imbuhnya

Menurut Deno, pembangunan SPBU satu harga ini adalah tergantung mitra. Sebab, jika pemkab belum mendapatkan mitra maka kebijakan pemerintah pusat ini bisa saja didapatkan oleh Kabupaten lain.

Selain itu, bertambahnya jumlah SPBU di kabupaten Manggarai kata Dia, bisa mengurangi jumlah penjual enceran yang ada saat ini.

“Sekali lagi saya saya katakan bahwa kita belum ada mitra yang siap membangun itu SPBU. jika nanti kita tidak bisa dapatkan lahannya maka kesempatan ini bisa di ambil oleh kabupaten lain. Mungkin dengan bertambahnya nanti jumlah SPBU bisa mengurangi penjual enceran,” tutup Deno.

Laporan: Adrian Juru
Editor: Adrian Paju

Artikel ini telah dibaca 607 kali

Baca Lainnya
x