Ekbis

Kamis, 9 Januari 2020 - 13:45 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Kopi Gembala Baik (Foto: TeamYPF/Hardy Sungkang)

Kopi Gembala Baik (Foto: TeamYPF/Hardy Sungkang)

Sensasi Cita Rasa Kopi Flores Gembala Baik

Floreseditorial.com, Ruteng – Setiap kali menyebut dan membayangkan tentang kopi Flores Manggarai, pasti semua orang langsung membayangkan tentang kopi Colol yang sudah terkenal hampir mendunia itu. Tentu predikat Kopi Flores Manggarai bukan lagi hal baru dalam ingatan kita bukan? Tentu cita rasanya sungguh menggugah penikmat kopi di manapun berada.

Sekarang ini, mungkin tidak lagi asing didengar dan dirasakan ketika kopi Flores Manggarai a la Susteran Gembala Baik Ruteng sudah menyuguhkan cita rasa baru untuk penikmat kopi.

Kopi Flores Manggarai a la Gembala Baik yang diproduksi dengan berbagai tahap yang mapan dan sampai menghasilkan kualitas kopi premium yang terjamin enak untuk dirasakan sungguh tidak bisa dibantahkan lagi soal cita rasanya. Sungguh. Bukan hanya rasanya saja yang kita nikmat, tetapi kemasan kopi juga sebagai hasil sulaman tangan sanga wanita-wanita hebat Manggrai pun membuat kita susah beralih dari pandangan tentang Kopi Flores Manggarai A La Gembala Baik Ruteng.

Ingin menikmati cita rasa Kopi Flores Manggarai a la Gembala Baik? Ayo kunjungi dulu Kopi Flores Manggarai a la Gembala Baik di belakang sekolah Tekhnik Mesin (STM), Langgo, Kelurahan Carep, Kabupaten Manggarai. Buruan yuk. Stok terbatas loh.

Saat media ini bertandang ke tempat produksi kopi Flores Manggarai di Biara Susteran Gembala Baik, belakang sekolah Tekhnik Mesin (STM), Langgo, Kelurahan Carep, Kabupaten Manggarai pada Kamis (09/01/2020) tampak bahwa suasana tempat produksi Kopi Flores A La Gembala Baik itu sungguh menjamin keberadaan kualitas Kopi Manggarai pada era mendatang.

Suster Natalia RGS, selaku inisiator produksi Kopi Premium a la Gembala Baik menjelaskan sekilas tentang munculnya inisiatif pembuatan Kopi Flores Manggarai menjadi Kopi Premium dengan kemasan kantong tenun yang sungguh menarik.

“Melihat mirisnya harga kopi mentah yang dijual petani NTT ke pemilik modal, maka munculah inisiatif kami untuk memulai melakukan kajian terhadap hasil kopi yang ada. Kami melihat kopi yang dihasilkan di wilayah Manggarai NTT ini sungguh menjanjikan cita rasanya. Aroma kopi yang memancing minat penikmat kopi membuat kami tergiur untuk belajar cara memproduksi kopi mentah tersebut menjadi kopi premium yang dikemas dengan balutan bahan lokal tenunan sebagai kerajinan tangan masyarakat NTT”, tutur Sr. Natalia RGS saat diwawancarai media ini di kediamannya di Susteran Gembala Baik Ruteng.

Tidak hanya itu, Sr. Natalia menambahkan bahwa karena melihat Provinsi NTT sebagai Provinsi terbesar penyumbang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bahkan sebagai Provinsi yang dikecam sebagai Provinsi sumber human trafficking, maka Susteran Gembala Baik pun mulai berinisiatif untuk mempekerjakan orang dengan semangat pemberdayaan di berbagai bidang, baik dalam kerajinan produksi kopi premium, pembuatan obat-obat herbal, penenun, dan penjahit. Tidakan ini pun sebagai salah satu cara mencegah dan meminimalisasi pergerakan TKI dan Human Trafficking di NTT.

“Menjegal isu sosial ini juga menjadi salah satu motivasi bagi kami di susteran ini untuk selalu menampilkan pemberdayaan baru dalam berbagai bidang. Sehingga dalam berbagai cara pun kami siap menunjukan ruang bagi para pekerja untuk memanfaatkan keberadaan ruang yang ada di wilayah Manggarai khusunya dan NTT umumnya,” tambah SR. Natalia.

Sementara itu, SR. Natalia pun berharap agar produksi Kopi Flores Manggarai ke depanya tidak hanya berpusat di Susteran Gembala Baik saja, melainkan harus membuka jaringan ke petani kopi di masyarakat lapisan bawah. Namun, sebelum melangkah ke lapisan bawah, Susteran Gembala Baik siap memberdayakan masyarakat petani kopi untuk mulai menjual hasil kopi premium bukan kopi mentah.

Sehingga tidak mungkin tidak, nilai harga Kopi Manggarai bukan lagi pada skala lokal seperti sekarang ini, melainkan akan menjadi bersaing seperti Kopi Flores Manggarai A La Gembala baik yang siap bersaing pada skala nasional dan internasional.

Laporan: Hardy Sungkang

Artikel ini telah dibaca 1645 kali

Baca Lainnya
x