Uncategorized

Kamis, 31 Oktober 2019 - 04:53 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Ini Beberapa Alasan Mengapa GRAB Perlu Beroperasi di Labuan Bajo

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Aksi penolakan terhadap jasa transportasi online GRAB di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat terus berdatangan dari sejumlah kalangan.

Aksi penolakan terakhir dilakukan pada Selasa (29/10/2019) oleh perwakilan asosiasi wisata angkutan darat (AWSTAR) mendatangi kantor DPRD kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Namun tidak semua kalangan setuju dengan aksi penolakan tersebut. Beberapa warga kota Labuan Bajo lainnya menyampaikan bahwa GRAB dianggap perlu untuk beroperasi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Stefanus Nali, salah seorang warga yang tinggal di kawasan BTN Bandara, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat kepada floreseditorial.com menjelaskan bahwa terdapat beberapa keuntungan yang akan diperoleh masyarakat kabupaten Manggarai barat dengan beroperasinya GRAB di Labuan bajo.

Kata dia, pengguna grab telah menjangkau semua lapisan masyarakat dan Kemudahan dalam pemesanan layanan GRAB.

“Soal harga pasti tidak ada tambahan ongkos yang tidak perlu
dan Rute perjalanan tidak bisa direkayasa,” tuturnya.

Apabila terjadi kesalahan prosedur, katanya lebih lanjut, penumpang bisa menyampaikan komplain ke server.

“Sementara pengalaman saya di kota labuan bajo ini banyak pengemudi merubah keputusan bila terjadi kesalahan sedikit secara sepihak, meski bukan oleh semua pengemudi,” tuturnya.

Selain itu, banyak pengemudi yang menetapkan tarif secara sewenang-wenang.

“Saya pernah menggunakan taksi dari bandara ke lamtoro saja minta 50 ribu dan tidak ada kepastian rute perjalanan sehigga selama perjalanan penumpang selalu was,” tandasnya.

Selain tidak adanya keseragaman ongkos angkut sesuai jarak, pengaturan yang tidak jelas turut menambah kesemrawutan.

“Sehingga sering terjadi perebutan penumpang. Saya sendiri saja sebagai orang labuan bajo merasa resah dan kesal, karena rebutan penumpang ini,” ungkapnya.

Ia mengajak semua pihak untuk terus berpikir maju dan melihat sisi posisi kehadiran GRAB di labuan Bajo.

“Kalau diantara kita saja tidak nyaman atas perlakuan dan pelayanan pelaku transportasi yang ada di Labuan Bajo, apalagi orang luar,” tukasnya.

Laporan : Jivansi Helmut

Artikel ini telah dibaca 1969 kali

Baca Lainnya
x