Ekbis

Rabu, 16 Oktober 2019 - 12:06 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Kehadiran Grab car di Labuan Bajo Diprotes Para Sopir Angkot

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Kehadiran Transportasi Online Grab Car di Labuan Bajo, Mangarai Barat menuai protes dari asosiasi angkutan wisata darat (AWSTAR).

Protes itu bermula ketika AWSTAR mendapatkan informasi adanya pengurus Grab Car yang telah mendata beberapa kendaraan untuk beroperasi di Labuan Bajo.

Ketua AWSTAR, Toni Ndarung, Rabu (16/10) mengatakan Labuan Bajo belum layak kehadiran angkutan umum online Grab Car.

Kata dia, hal itu disebabkan karena volume wisatawan yang mengunjungi Labuan Bajo setiap hari sangat sedikit. Apalagi hampir setiap hotel memiliki kendaraan dan quide sendiri untuk menjemput tamu.

“Grab belum layak hadir di Labuan Bajo karena volume penumpang bandara yang kurang”, ujar sopir angkutan umum itu kepada awak media.

Senada disampaikan, Melkiades, Sopir angkutan lainya. Ia menerangkan kehadiran Grab akan mengacam keberlangsungam mata pencaharian para sopir.

Dia mengatakan, terdapat ratusan mobil orang lokal di Labuan Bajo yang pembelianya secara kredit. Jika harus bekerjasama dnegan Grab untuk bagi hasil, maka tentu tidak akan mencukupi untuk kebutuhan dan pembayaran kredit.

“Sekarang saja kami sedang gelisah dengan monopoli bisnis yang dimainkan oleh beberapa hotel yang memiliki kendaraan tamu sendiri. Tentu ini menjadi persaingan bisnis yang tidak adil”, keluhnya.

Sedangkan perwakilan Grab, Helmi menyatakan Grab car belum mulai beroperasi di Labuan bajo. Saat ini pihaknya sedang memetakan wilayah serta berdiskusi kepada pihak-pihak terkait.

“Saya tidak membawa Grab Car kesini sekarang. Kita hadir untuk menawarkan saja, jika diterima baik, ditolak juga tidak apa-apa”, katanya.

Sementara itu, pihak AWSTAR mendesak pemerintah Manggarai Barat agar segera melakukan penertiban kendaran-kendaran hotel yang memonopoli bisnis transportasi. (IDE-FE)

Artikel ini telah dibaca 1967 kali

Baca Lainnya
x